Mar
11
Inspirasi Dari Permainan Tradisional Anak

image
by promomainan
posted in Articles
561

Nunun Kania (44) begitu antusias melihat alat gambar toong beserta akordeon bermerek Paolo Soprani. Sambil memainkan akordeon tua itu, sesekali ia melihat ke dalam salah satu dari delapan lubang alat gambar toong.

"Waktu kecil, saya masih memainkan ini. Namun, sekarang anak saya mungkin sulit merasakan asyiknya gambar toong ini," ujar ibu dua anak ini.

Perangkat gambar toong dipamerkan di Festival Permainan Anak Tradisional di Museum Sri Baduga, Bandung, 26 Juli-1 Agustus. Dalam bahasa Sunda, toong berarti mengintip dari lubang. Jadi, gambar toong diartikan sebagai gambar yang dilihat dari lubang.

Miniatur bioskop yang populer pada era 1930-1980 ini dimainkan dalang yang secara oral menceritakan jalan cerita dari gambar yang ditampilkan. Dalang melengkapi diri dengan akordeon untuk memberikan efek musik. Gambar yang dimaksud adalah rangkaian keping foto beragam peristiwa atau pemandangan alam.

Salah seorang penggagas pameran, Zaini Alif, mengatakan, gambar toong adalah satu dari 130 permainan yang dipamerkan sebagai contoh permainan bersejarah yang ampuh memacu kreativitas. Lewat gambar toong, anak berimajinasi tentang peristiwa yang ditampilkan.

Zaini juga mengajak pengunjung membandingkan permainan anak tradisional dengan permainan yang lebih modern. Contohnya, gambar toong disandingkan dengan permainan Atari dan View Master. Ada juga bedil sorolok yang dibandingkan dengan senjata plastik atau upih; permainan angkut tradisional dari pelepah daun aren dengan sepeda dan otopet.

Tidak lupa dipamerkan permainan tradisional yang terancam punah karena jarang dimainkan, seperti permainan sarung, kukuyaan, dan gagadaan. Ada juga permainan berbahan daun, seperti hihileudan dan pepecutan atau permainan berbahan rumput seperti hahayaman.

Zaini mengatakan, berdasarkan hasil penelitiannya pada 1996-2003, ada 120 mainan tradisional yang tersebar di Jawa Barat bagian tengah dan selatan. Namun, 10 persen di antaranya punah dan harus direkonstruksi, seperti toleat dan bangbara ngapung. Pada 2010 ditemukan lagi permainan tradisional yang berkembang menjadi 250 jenis, tetapi hanya 40 persen yang masih dimainkan anak-anak di kota dan desa.

"Hal ini menjadi tanggung jawab kita semua. Permainan tradisional tidak hanya menyenangkan, tapi juga membangun karakter anak yang kreatif, kuat, dan cerdas," ujarnya. (Cornelius Helmy)

SUMBER:
http://oase.kompas.com/read/2010/07/28/19093982/.Inspirasi.dari.Permainan.Tradisional.Anak

BELI PRODUK KAMI :
 
Thomas Lego Series
 
LEGO FRIENDS SUMMER CARAVAN 41034
 
Box Mainan Edukasi
 
Choochoo Train - Mainan Kereta